Kamis, 10 Maret 2011

neraca pembayaran

LAPORAN KINERJA SATU TAHUN DEPARTEMEN KEUANGAN

LAPORAN KINERJA DEPARTEMEN KEUANGAN (Oktober ... sumber devisa untuk memperkuat neraca pembayaran dan ... iklim usaha, meningkatkan volume perdagangan internasional ...
http://www.depkeu.go.id/ind/Data/sumary.doc

Gambaran Kebijakan Ekonomi Internasional

... masalah neraca pembayaran yang rusak dari negara-negara berpendapatan rendah, contoh ... menteri atau departemen ... penghentian pembayaran tanpa hambatan internasional.
http://www.lfip.org/laws817/idver/dok/Peranan%20IMF.htm




powered by
http://www.google.com/uds/css/small-logo.png
hasil pencarian dari muniri.com
Web
(8)




Kebijaksanaan neraca pembayaran dan perdagangan luar negeri sebagai ... Kerja sama ekonomi internasional dalam masa 1984 - 1988 terutama ..... Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) ataupun izin usaha dari departemen teknis yang berkaitan. .... ke dan pengeluaran barang dari kawasan berikat dan atas barang contoh. ...
bappenas.go.id
bappenas.go.id/get-file-server/node/6687/
19 Jan 2010 ... Hal yang biasa disebut sebagai perdagangan internasional ini ... Beberapa contoh MNC yang terkenal adalah: Exxon mobil, Newmont, ... Di setiap negara, pencatatan ada yang dilaksanakan oleh suatu departemen atau .... ntb neraca pembayaran indonesia neraca perdagangan neraca jasa neraca pendapatan ...
infostatntb.wordpress.com
infostatntb.wordpress.com/2010/01/19/memahami-neraca-pembayaran-indonesia-i/
Sebagai contoh, dalam sistem Bretton Woods yang beroperasi selama periode pasca .... Utang Amerika Serikat sebagaimana yang dikatakan Departemen Perdagangan, ... Balance of payment (BOP) atau neraca pembayaran internasional adalah suatu ...
pksm.mercubuana.ac.id
pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/31012-10-417215747823.doc
S B. PETA RACHMAT Z NILAI TUKAR DAN NERACA PEMBAYARAN A. Definisi Neraca ... neraca pembayaran adalah neraca perdagangan dan neraca keseluruhan. .... Permintaan valuta asing diturunkan dalam transaksi debit dalam neraca pembayaran internasional. .... Seperti dinyatakan Departemen Keuangan Amerika dalam laporan ...
www.slideshare.net
www.slideshare.net/azizahsyarif/kelompok-17
Neraca pembayaran internasional suatu negara yang biasanya juga disebut neraca .... Untuk jelasnya, kita perhatikan saja contoh seperti berikut. .... diterbitkan setiap tahun sekali untuk masing- masing tahun anggaran oleh Departemen ... nilai transaksi perdagangan barang dan jasa, maka untuk keperluan analisis, ...
elearning.gunadarma.ac.id
elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ekonomi_international/bab5-neraca_pembayaran_dan_neraca_hutang_piutang_luar_negeri.pdf
5 Agu 2010 ... Pada balance of payment (Neraca Pembayaran) Bank Indonesia, bila mencakup transaksi jasa ... Contoh sederhana misalnya pada sektor pendidikan: ... siap dengan berbagai ketentuan dibidang perdagangan internasional (WTO) khususnya dibidang jasa. ..... Departemen Perdagangan di http://www.nafed.go.id/ ...
neneng-tarigan.blogspot.com
neneng-tarigan.blogspot.com/2010/08/liberalisasi-perdagangan-dan-domestic.html
Neraca pembayaran adalah merupakan suatu ikhtisar yang meringkas ..... Menurut data Departemen Perdagangan, industri kreatif pada 2006 menyumbang Rp 104,4 triliun .... Contoh perusahaan swasta nasional antara lain PT Astra Internasional ...
imadeadyanta.blogspot.com
imadeadyanta.blogspot.com/
20 Okt 2009 ... Keseimbangan Pertukaran pada Contoh Perekonomian Sederhana, (Dua Individu, ..... konsep-konsep perdagangan internasional, neraca pembayaran, ...
www.stan.ac.id

Rabu, 02 Maret 2011

fungsi internet

internet adalah sebuah teknologi yang penting dan dibutuhkan untuk mengakses segala informasi berharga dari berbagai belahan dunia. Saat ini, internet dipandang sebagai jaringan komputer terbesar di dunia. Internet dapat diartikan sebagai kumpulan dari jaringan-jaringan komputer, baik skala besar maupun kecil, yang dihubungkan oleh jaringan komunikasi dan meliputi seluruh dunia. Jadi secara singkat, internet adalah hubungan antar komputer dan jaringan komputer yang saling berjauhan untuk berbagi data dan informasi satu sama lainnya.



erdapat banyak manfaat yang bisa didapatkan dari internet, dan oleh karena itu dianjurkan bagi setiap orang untuk berlatih menggunakan internet dengan efisien dan efektif. Segala dampak negatif internet dapat diatasi dengan berbagai cara, dan untuk itu kita juga perlu belajar bagaimana cara terbaik mengantisipasinya. Demikian tulisan ini sebagai sumbang saran bagi semuanya, semoga generasi Indonesia masa depan tidak semakin jauh tertinggal. salam dan sukses

Sabtu, 12 Februari 2011

sistem perekonomian indonesia

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
Apa sistem perekonomian Indonesia sekarang? Sebelum menjawabnya, kita perlu mengetahui jenis-jenis sistem perekonomian yang ada di dunia, yaitu sebagai berikut.
Sistem Ekonomi Sosialis/Komunis
Sistem ekonomi ini menjadikan pemerintah sebagai pusat dari segala macam kegiatan ekonomi. Segala macam kegiatan ekonomi masyarakat diatur oleh pusat, bahkan mengenai hak milik pribadi pun pemerintah pusatlah yang mengatur.
Akibat dari sistem ini, tidak adanya kepemilikan pribadi karena semuanya diatur oleh pusat. Tak ada pula si kaya dan si miskin karena ekonomi komunis berpandangan bahwa seharusnya kondisi masyarakat harus “sama rata sama rasa”, tak ada yang lebih dan tak ada yang kurang. Rakyat atau masyarakat tidak bebas menggunakan sumber daya alam.
Kemampuan mereka untuk berpikir kreatif benar-benar dipasung sehingga rakyat hanya bisa “terima-terima” saja. Sistem ekonomisosialis ini digawangi oleh Rusia.
Sistem Ekonomi Liberal/Kapitalis
Sistem ekonomi ini membebaskan segala macam bentuk kegiatan ekonomi. Pemerintah tak ada urusan dengan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh rakyat. Mereka semua mendapatkan hak yang sama untuk berkreativitas. Tak ada pelarangan.
Intinya, dalam sistem ekonomi kapitalis, semua bebas berbuat apa saja. Sehingga tak mengherankan bila kaum pemodal atau kapitalmenjadi kaum yang super power pada sistem ekonomi ini. Sistem ekonomi liberal atau kapitalis ini digawangi oleh Amerika sebagai negara imperialis.
Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi yang merupakan kombinasi dari dua sistem ekonomi sebelumnya, yaitu komunis dan liberal. Rakyat memiliki hak untuk berkreativitas, namun demikian pemerintah juga tetap berperan dalam mengatur jalannya kegiatan ekonomi.
Sistem Perekonomian Indonesia Sekarang Mengarah pada Kapitalis?
Banyaknya pengangguran, kaum pemodal semakin berkuasa, yang miskin semakin miskin, eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam, kesenjangan sosial, dan seterusnya. Itulah yang terjadi dengan kondisi perekonomian di Indonesia. Bila ditelisik, ternyata sistem perekonomian tersebut hampir mirip dengan sistem perekonomian yang ada di Amerika yang notabene adalah kapitalis.
Amerika, negara super power yang katanya merajai dunia dan menjadi pusat segala macam peradaban, ternyata memiliki sistem perekonomian yang buruk. Masih ingat dengan kasus Enron dan Worldcom? Perusahaan raksasa itu hancur karena manipulasi yang dilakukan oleh manajemen perusahaan demi keuntungan golongan tertentu.
Beberapa tahun belakangan ini, kita juga dikagetkan dengan anjloknyasaham yang ada di Wall Street karena salah satu perusahaan properti mengalami kebangkrutan yang berakibat fatal pada sistem perekonomian yang lain. Kondisi tersebut hampir sama dengan di Indonesia bukan?
Sistem perekonomian Indonesia sekarang bisa dikatakan condong ke Barat. Bagai sebuah dilema memang. Di satu sisi, Indonesia memang membutuhkan “asupan gizi” dari negara Barat yang notabene kapitalis, namun di sisi lain Indonesia juga harus siap dijadikan “bulan-bulanan” oleh para kreditur.
Apa yang terjadi? Seperti yang sudah dijelaskan di atas. Bagaimana cara mengatasinya? Butuh waktu, daya, serta upaya tentunya.



SISTEM PEEKONOMIAN INDONESIA
Sistem perekonomian adalah sebuah sistem yang menggerakkan sendi perekonomian nasional. Setiap negara memiliki sistem perekonomian nasional berbeda karena landasan atau falsafah yang dimilikinya pun berbeda. Ada beberapa sistem perekonomian nasional yang pernah maupun saat ini tengah berlaku di Indonesia. Mulai sistem perekonomian liberal, ekonomi sosialis, sistem demokrasi ekonomi, sampai sistem perekonomian kerakyatan yang masih berlaku sampai saat ini.
Sistem Perekonomian Nasional
Sistem perekonomian nasional Indonesia saat ini adalah sistem perekonomian nasional kerakyatan yang mulai berlaku sejak terjadinyareformasi pada 1998. Tekad pemerintah ini ditetapkan dalam Ketetapan MPR Indonesia Nomor IV/MPR/1999 yang mengatur mengenai Garis-Garis Besar Haluan Negara.
Dalam sistem perekonomian kerakyatan, pemerintah hanya berperan sebagai pencipta iklim sehat yang memungkinkan tumbuh dan berkembangnya dunia usaha di Indonesia, sedangkan kegiatan ekonomi dipegang secara aktif oleh masyarakat. Sistem ekonomi kerakyatan ini memiliki beberapa ciri khusus yang membedakannya dengan sistem perekonomian lain.
Ciri Khusus Sistem Ekonomi Kerakyatan
Berikut ini merupakan ciri-ciri khusus sistem ekonomi kerakyatan.
Sistem perekonomian nasional Indonesia memiliki tumpuanmekanisme pasar yang berpegang teguh pada keadilan dengan prinsip adanya persaingan yang sehat. Dengan begitu, seluruh masyarakat Indonesia memiliki kesempatan yang sama dalam melakukan usaha untuk memperoleh pendapatan.
Poin-poin yang menjadi perhatian pada sistem perekonomian nasional kerakyatan adalah pertumbuhan ekonomi, kepentingansosial, nilai keadilan, dan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Poin-poin inilah yang harus dijadikan pedoman ketika menentukan kebijakan dalam bidang perekonomian nasional.
Sistem perekonomian nasional Indonesia ditandai pula dengan adanya kemampuan untuk mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan serta berkesinambungan. Kemampuan ini dapat membantu pencapaian perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
Sistem perekonomian nasional Indonesia mampu memberikan jaminan bahwa masyarakat Indonesia akan mendapatkan kesempatan yang sama, baik untuk melakukan usaha tertentu maupun untuk bekerja. Kesempatan yang ada dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan perekonomian seluruh rakyat Indonesia. Jadi, semuanya bergantung pada individunya sendiri, mampu atau tidak untuk memanfaatkan kesempatan yang ada.
Adanya perlindungan terhadap hak-hak yang dimiliki olehkonsumen serta adanya perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini diperlukan untuk menjamin iklim perekonomian yang sehat, dalam arti tidak ada pihak yang dirugikan dalam menjalankan kegiatan perekonomian nasional. Semua pihak saling diuntungkan dalam kegiatan ekonomi yang dilakukannya.


bisa dikatakan tidak mengacu kepada dua kekuatan besar yang saling berlomba saat ini, yakni sistem ekonomi kapitalis yang berlandaskan liberalisme dan sistem ekonomi sosialis yang berlandaskan komunis.
Kedua sistem ekonomi tersebut bisa dikatakan tidak mewakilisistem hidup masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia merancang sendiri sistem perekonomiannya yang sesuai denga budaya bangsa Indonesia sendiri.
Para founding father bangsa Indonesia merancang sebuah sistem kehidupan bangsa yang bisa mempersatukan suku bangsa yang beragam ini. Pancasila menjadi salah satu jawaban untuk permasalahan tersebut.
Pancasila dirancang agar bisa menampung semua aspirasi komponenbangsa ini. Oleh karena itu, pancasila dijadikan sebagai salah satu dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pancasila juga dijadikan inspirasi untuk merancang sistem perekonomian Indonesia. Sistem perekonomian Indonesia haruslah sesuai dengan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.
Selain itu, dalam menjalankan roda perekonomian, Indonesia harus berlaku adil dan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, segala bentuk penindasan atas dasar kegiatan ekonomi tidak dibenarkan.
Kegiatan perekonomian yang dijalankan juga semata-mata untuk membentuk persatuan bangsa yang semakin kuat. Kegiatan perekonomian yang merusak persatuan bangsa justru sangat dihindari dan sama sekali tidak bermanfaat dalam jangka panjang.
Segala bentuk perselisihan dalam kegiatan ekonomi juga hendaknya diselesaikan dengan cara musyawarah dan dengan cara-cara yang bijaksana. Pada akhirnya, tujuan akhir yang ingin dicapai adalah membentuk keadilan sosial tanpa memperlebar jurang antara si kaya dan si miskin.
Dalam UUD 1945 pasal 33, dijelaskan panduan dalam menjalankan roda perekonomian Indonesia. Pada pasal 1, dijelaskan perkonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas dasar kekeluargaan.
Pasal ini menjelaskan bahwa segala bentuk kegiatan perekomian, pada dasarnya, harus dibentuk berdasarkan asas kekeluargaan. Tidak dibenarkan adanya bentuk penipuan, penindasan, dan bentuk kejahatanlainnya.
Pasal ini juga seringkali dijadikan dasar untuk kegiatan koperasi.Koperasi merupakan salah satu bentuk perekonomian yang bertujuan untuk mensejahterakan setiap anggotanya.
Pada pasal 2, dijelaskan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan hajat hidup orang banyak dikuasai sepenuhnya oleh negara. Hal ini sekali lagi menegaskan kepada kita bahwa negara berkewajiban membentuk suatu sistem perkonomian yang berkeadilan dan mensejahterakan rakyat.
Indonesia dikenal memiliki berbagai kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, darat, laut, dan udara. Pada pasal 3, dijelaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Pada pasal selanjutnya juga dijelaskan prinsip-prinsip dasar perekonomian yang berkeadilan. Pada pasal 4, dijelaskan bahwa perekonomian nasional diselenggarakan atas dasar demokrasi ekonomi, dengan prinsip-prinsip kebersamaan, efisensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
Dari pasal ini, jelas terlihat bahwa bangsa Indonesia menginginkan kegiatan perekonomian yang berkelanjutan tanpa harus merusak tatanan alam yang sudah terbentuk seperti yang sering didengungkan akhir-akhir ini.



GRAFIK PERTUMBUHAN EKONOMI

akan naik dengan positif bila produksi dan kekayaan ekonomi nasional naik secara signifikan. Faktor apa sajakah yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi?
Inflasi
Inflasi terjadi bila ada kenaikan harga barang, terutama harga barang pokok, yang akhirnya akan membuat daya beli masyarakat menurun. Penurunan daya beli ini akan menyebabkan kemunduran sektor ekonomi yang lain. Saat masyarakat memusatkan perhatian pada pembelian bahan makanan sehari-hari, terkadang uang untuk bersenang-senang sudah tak tersisa. Dengan demikian, sektor usaha rekreasi mengalami defisit. Transportasi pun akan mengalami penurunan jumlah penumpang dan pemasukan pun akan berkurang.
Begitulah siklus ekonomi yang dipengaruhi oleh faktor inflasi ini. Tak bisa dibayangkan bila infalsi berlangsung dalam jangka waktu lama. Fundamental ekonomi pasti akan terganggu dan krisis ekonomi, bahkan krisis moneter, akan menerpa. Sektor perbankan pun akan mengalami kelesuan karena kredit banyak macet dan penyaluran kredit pun akan bermasalah. Saat sektor pembiayaan mulai terganggu, sektor lain akan mengalami gangguan yang tidak sedikit pula.
Pemerintah pasti akan pusing. Menaikkan suku bunga akan mencekik para pengutang. Namun, kalau tidak, uang yang beredar di masyarakat akan menjadi terlalu banyak. Hal ini pun menjadi bahaya karena pemerintah tidak bisa mengontrol jumlah uang yang beredar di masyarakat. Itulah bayangan sedikit betapa akibat dari inflasi dapat membuat grafik pertumbuhan ekonomi menjadi negatif.
Anggaran Belanja Pemerintah
Bila belanja pemerintah sedikit, itu pun akan berakibat tersendatnya pembangunan infrastruktur perekonomian yang akan menunjang pembangunan ekonomi, terutama di daerah-daerah. Apalagi, ditambah isu mudahnya kepala pemerintahan daerah diseret dalam kasus korupsikalau penggunaan anggaran belanja pemerintah daerah tidak sesuai peraturan dan tak bisa dilacak keberadaan dana yang sudah terpakai. Tak bisa disalahkan mengapa anggaran belanja pemerintah hanya terserap sedikit.
Demi percepatan pembangunan, anggaran belanja pemerintah harus dikeluarkan sesuai peruntukkan yang sudah direncanakan. Hal ini akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi, terutama penyediaan lapangan kerja padat karya di sektor pembangunan. Lingkaran peredaran uang cukup besar di sektor infrastruktur ini. Mulai pengadaan barang dan jasa, jasa konstruksi, jasa arsitektur, dan jasa transportasi. Belum lagi, efek domino yang akan terjadi di tempat pembangunan.
Para penjual makanan untuk para pekerja bangunan, pengaruh pembangunan terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi untuk masyarakat sekitarnya.
Faktor Politik Internal dan Eksternal
Faktor politik memegang kunci yang sangat vital dalam grafik pertumbuhan ekonomi. Tanpa keadaan politik yang tenang dan tak bergejolak, akan sulit sekali membuat grafik pertumbuhan ekonomi bergerak positif. Faktor keamanan nasional sangat penting. Tak mungkin akan ada investor yang mau menanamkan dananya bila keadaan bangsa tidak aman.
Selain itu, ada kepastian hukum akan mempengaruhi apakah investorluar akan datang atau tidak. Pemberian insentif fiskal dan pajak juga akan menarik investor. Faktor eksternal seperti gejolak polotik di negara-negara yang menjalin hubungan perdagangan juga tak bisa dipungkiri sedikit banyak akan mempengaruhi grafik pertumbuhan ekonomi.
Oleh karena itu, krisis sekecil apapun yang terjadi di luar harus disikapi dengan serius. Kalau krisis tersebut berlangsung dalam waktu lama, ekonomi nasional juga akan terganggu walau tak terlalu banyak.

MASALAH PEREKONOMIAN INDONESIA

Bidang ekonomi merupakan aspek penting dalam suatu negara. Tidak jarang, masalah perekonomian bisa berdampak besar pada kondisi sosial politik. Entah itu masalah perekonomian yang menyangkut ekonomi riil maupun ekonomi keuangan. Masalah perekonomian di Indonesia yang sempat terjadi bukan hanya masalah deflasi dan inflasi. Sektor ekonomi riil, seperti industri rumah tangga, pangan, maupun jasa, pun terkadang masih mengalami hambatan hingga saat ini.
Jika kita mau menghubungkan persoalan itu dengan pengangguran dan kemiskinan, tentu kondisi ekonomi Indonesia masih jauh disebut stabil. Usaha pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokok pun seringkali mengalami kendala. Alhasil, kita harus berulang-ulang mengimpor beras atau gandum dari negara lain. Output pertanian kita sampai sekarang masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri.
Kita pernah punya cerita manis dan membanggakan soal ketahananpangan Indonesia. Ketika Sutan Sjahrir menjadi perdana menteri, Indonesia pernah memberikan bantuan beras kepada India sebanyak 2.000 ton. Prestasi yang sangat luar biasa di saat republik baru seumur jagung. Namun, bagaimana dengan sekarang? India kini telah menjadi bagian dari kekuatan ekonomi Asia yang sangat diperhitungkan, di samping Cina dan Jepang.
Usaha Mikro
Memang, pemerintah sudah berusaha sebisanya untuk meningkatkan usaha mikro atau usaha kecil. Bantuan-bantuan berupa dana, penyuluhan, serta kerja sama, pun tidak jarang dilakukan pemerintah dengan pengusaha kecil. Kendala bisanya datang dari persoalan klasik yang hingga kini masih terus berlangsung, yakni birokrasi.
Panjangnya jalur birokrasi di negara kita dalam rangka penyaluran bantuan seringkali menimbulkan keengganan para pengusaha kecil untuk mengambil kesempatan tersebut. Mereka mengajukan permohonan dana bantuan dengan membawa proposal dari satu meja birokrasi ke meja yang lain. Tidak jarang pula, di antara mereka menjadi putus asa karena lamanya proses permohonan dan malasnya menghadapi permainan birokrasi.
Usaha rumah tangga, kerajinan tangan, makanan, dan industri mode, terkadang dihadapkan pula pada persaingan yang tidak setara dengan produk-produk luar negeri. Kampanye pemerintah dalam rangka mendorong kecintaan masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri menjadi tidak berarti ketika impor komoditi terus bertambah. Iklim persaingan yang tidak setara ini muncul karena jumlah kekayaan modalyang dimiliki pengusaha kecil jauh berbeda dengan yang dimiliki para taipan.
Tidak jarang, pengusaha kita seringkali banting setir, berpindah dari satu jenis usaha ke jenis usaha lain. Itu masih dalam kondisi survive, namun beberapa di antara mereka harus rela untuk gulung tikar. Satu hal kecil bagi peningkatan sektor ekonomi mikro yang belum tersentuh pemerintah adalah pendayagunaan pariwisata. Di Jawa Barat saja, masih banyak alam yang menarik untuk dijadikan pariwisata tetapi belum tersentuh oleh pemerintah. Apa hubungan antara pariwisata dengan ekonomi rakyat?
Biasanya, ketika di suatu daerah terdapat tempat pariwisata, geliat usaha rakyat akan ikut terdorong. Tengok saja di pantai-pantai yang sudah dikelola dengan baik. Banyak penduduk setempat yang dapat membuka usaha warung makan, bengkel kendaraan, hingga tempat penginapan sederhana. Begitupun, usaha mikro yang dikelola dengan modal rendah tanpa dilengkapi pengetahuan manajemen yang memadai.
Alhasil, usaha hanya dilakukan untuk menyambung hidup dan mempertahankan agar tetap ada. Mereka kesulitan untuk melakukan ekspansi usaha maupun akumulasi modal. Di sinilah, peran pemerintah sangat dibutuhkan.
Jalur Distribusi
Distribusi merupakan bagian penting dari sebuah kegiatan ekonomi. Lancar atau tidaknya jalur distribusi akan berpengaruh terhadap pasar dan kekuatan ekonomi masyarakat. Terkadang, jalur distribusi yang harus dilewati seseorang begitu panjang sehingga memakan banyak biaya.
Sebagai contoh, ketika harga cabai di pasar melonjak. Secara sederhana, mestinya petani cabai mendapat keuntungan dari kenaikan ini. Fakta berbicara lain, sebagian besar mereka sama sekali tidak mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga di pasar. Kondisi ini muncul karena jalur distribusi cabai dari petani hingga ke pasar begitu panjang. Para petani yang tidak memiliki akses langsung ke pasar biasanya menjual hasil panen ke penadah cabai dengan harga yang sudah disepakati.
Dari penadah, masuk ke tengkulak yang lebih besar dan harganya pun semakin bertambah. Pertambahan ini dipengaruhi pula oleh biaya distribusi yang harus dikeluarkan. Ketika persediaan cabai di pasar berkurang, otomatis harga akan sangat melambung dan keuntungan sudah ada di depan mata para tengkulak. Petani yang menjadiprodusen semestinya mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga. Namun, karena jalur distribusi yang panjang, mereka menjadi pihak yang sangat dirugikan.

 MASALAH POKOK EKONOMI

Apa masalah pokok ekonomiyang sebenarnya? Mengapa banyak sekali pengangguran? Ahli ekonomi sangat banyak, namun mengapa masalah ekonomi tak kunjung mereda? Beragam pertanyaan seputar ekonomi tersebut memang bukan pertanyaan baru. Masalah ekonomi merupakan masalah yang tiada habisnya. Padahal, ilmu ekonomi diciptakan untuk bisa memenuhi kebutuhan manusia, bukan sebaliknya.
Definisi dan Kegiatan Ekonomi
Ilmu ekonomi adalah sebuah ilmu yang membahas tentang cara-cara manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tersebut, manusia harus melakukan kegiatan ekonomi, yang terdiri dari 3 jenis kegiatan, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi.
Selain kegiatan ekonomi tersebut, dalam ekonomi dijelaskan pula tentang adanya sifat manusia yang tak pernah puas. Yaitu, melalui hukum Gossen I yang intinya menyatakan bahwa tingkat tambahan kepuasan manusia terhadap sebuah barang atau jasa akan bertambah turun seiring dengan semakin seringnya barang atau jasa tersebut dipergunakan.
Dalam teori lain tentang ekonomi, disebutkan pula bahwa masalah pokok ekonomi adalah masalah scarcity atau masalah kelangkaan. Kelangkaan berarti tidak tersedianya barang atau jasa yang dibutuhkan manusia, bisa juga jumlah barang atau jasa yang tersedia tidak sebanding dengan tingkat pertumbuhan manusia.
Dalam ekonomi juga disebutkan bahwa semakin sedikit atau langka jumlah barang atau jasa, harga (pengorbanan untuk mendapatkannya) akan semakin tinggi. Tak heran bila harga-harga barang yang sulit didapat menjadi mahal.
Penyebab Barang Langka
Penyebab barang atau jasa menjadi langka adalah karena 2 hal, yaitu penyebab alami dan penyebab yang tidak alami. Penyebab alami maksudnya adalah kelangkaan barang yang disebabkan oleh faktor alamiah, misalnya bencana alam yang membuat barang-barang menjadi banyak yang hilang atau rusak sehingga ketersediaan barang berkurang. Hal ini wajar dan tak menjadi masalah.
Yang menjadi masalah adalah penyebab yang tidak alami atau karena perilaku manusia. Penyebab ini jelas-jelas disengaja dan jelas-jelas pula merugikan pihak lain. Kenyataannya, penyebab karena ulah manusiainilah yang merupakan penyebab utama masalah pokok dalam ekonomi. Coba saja lihat beberapa contoh tindakan merugikan berikut ini.
Keserakahan dan tidak pernah puas akan kepemilikan terhadap suatu barang atau jasa, seperti yang telah diungkapkan dalam hukum Gosen I. Akibatnya, beberapa kelompok menjadi sangat kaya karena eksploitasi besar-besaran, sedangkan kelompoklain memiliki keadaan sebaliknya.
Adanya ketakutan kelangkaan suatu barang yang suatu saat akan terjadi menyebabkan banyak orang menimbun barangdengan sengaja. Akibatnya, terjadilah kelangkaan.
Jadi, masalah pokok ekonomi yang sebenarnya adalah “kelangkaan” barang atau jasa bukan disebabkan oleh keadaan, melainkan oleh ulah manusia sendiri. Jangan pernah menyalahkan keadaan atas tragediatau musibah yang menimpa.
Ekonomi merupakan bidang yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Tidak jarang, masalah-masalah ekonomi berdampak pada bidang politik, sosial, atau yang lainnya. Mungkin itu pula yang menjadikan istilah “berdampak sistemik” begitu populer saat terjadinya kasus Bank Century. Masalah ekonomi bisa merupakan masalah individu. Bisa pula ditinjau sebagai masalah suatu negara.
Penghasilan yang rendah, hargabahan pokok yang melonjak, anjloknya nilai mata uang, atau runtuhnya bursa saham, merupakan masalah-masalah ekonomi yang seringkali muncul.
Masalah Ekonomi dalam Ilmu Ekonomi
Dalam ilmu ekonomi, masalah-masalah ekonomi biasanya ditentukan dengan seberapa besar dampak masalah tersebut juga seberapa panjang masalah ekonomi atau yang biasa kita sebut krisis ekonomi. Dalam hal ini, ada dua fase ketika ekonomi mengalami suatu krisis. Fase pertama biasanya ditandai dengan yang disebut resesi ekomomi dan fase yang paling krusial disebut depresi ekonomi.
Resesi Ekonomi
Resesi merupakan krisis ekonomi, namun berlangsung dalam jangka waktu yang singkat. Krisis itu bisa ditandai dengan jumlah pengangguran tinggi, harga-harga melonjak, atau ketersediaan pangan yang sangat kurang. Resesi biasanya berlangsung dalam jangka waktu bulanan. Resesi merupakan fenomena krisis ekonomi yang jeda waktunya tidak sampai bertahun-tahun. Memang, mengatasi resesi tidak jauh dari peran seorang pemimpin.
Dalam sebuah negara, misalnya. Resesi bisa diatasi ketika pemerintah cekatan dan mampu mengeluarkan kebijakan yang solutif. Kejadian krisis ekonomi dunia yang berlangsung sekitar 1997-1998, pada dasarnya, bisa kita kategorikan sebagai kejadian resesi ekonomi. Walaupun krisis ekonomi itu berdampak pada politik Indonesia dengan jatuhnya rezim orde baru, krisis itu tidak berlangsung dalam jangka waktu lama.
Memang ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa kejadianreformasi merupakan dampak krisis yang panjang. Namun, krisis 1998 yang berdampak pada politik di Indonesia lebih pada akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap rezim orde baru. Krisis tersebut dijadikan sebagai momen penting untuk menggulingkan Soeharto.
Depresi Ekonomi
Ketika resesi tidak bisa diatasi, krisis itu mengarah pada yang disebutdepresi ekonomi. Depresi ini biasanya berlangsung dalam waktu yang sangat panjang seperti yang pernah dialami Amerika Serikat pada 1929. Depresi ekonomi yang terjadi di Amerika diawali dengan kegagalan pasar pada 1929 yang menyebabkan menurunnya kegiatan ekonomi masyarakat pada tingkat yang sangat buruk secara berkepanjangan.
Depresi ekonomi 1929 ini juga dipicu oleh jatuhnya bursa saham NYSE pada Oktober 1929 akibat ledakan spekulatif yang disebut economic buble (gelembung ekonomi). Kenaikan harga saham mengakibatkan terjadinya penjualan saham secara besar-besaran pada Oktober 1929 yang kemudian menyebabkan pasar saham runtuh dan indeks harga saham turun drastis.
Instabilitas akibat depresi ini menghancurkan kondisi perekonomian AS. Angka pengangguran semakin meningkat akibat ketidakmampuan pasar menyerap tenaga kerja dan daya beli masyarakat semakin menurun. Saat itu, Franklin Delano Roosevelt menggantikan presiden AS sebelumnya dan dituntut untuk menyelesaikan depresi yang sedang berlangsung.
Dalam program 100 hari pertamanya, Roosevelt mengeluarkan kebijakan yang disebut New Deal untuk mengatasi depresi ekonomi yang membuat Amerika porak poranda. Isi kebijakan New Deal dibagi menjadi tiga bagian berikut.
Relief (bantuan), yaitu bantuan dana ekonomi untuk usaha kecil serta bantuan untuk rakyat miskin.
Recovery (pemulihan) dengan jalan membuka lapanganpekerjaan yang selama masa itu tidak dapat menampung angka pengangguran.
Reform (pembaharuan) dengan mengubah cara menjalankan ekonomi dari liberal ke ekonomi yang melibatkan peran serta negara yang lebih besar.
MASALAH PEREKONOMIAN DI INDONESIA
Bidang ekonomi merupakan aspek penting dalam suatu negara. Tidak jarang, masalah perekonomian bisa berdampak besar pada kondisi sosial politik. Entah itu masalah perekonomian yang menyangkut ekonomi riil maupun ekonomi keuangan. Masalah perekonomian di Indonesia yang sempat terjadi bukan hanya masalah deflasi dan inflasi. Sektor ekonomi riil, seperti industri rumah tangga, pangan, maupun jasa, pun terkadang masih mengalami hambatan hingga saat ini.
Jika kita mau menghubungkan persoalan itu dengan pengangguran dan kemiskinan, tentu kondisi ekonomi Indonesia masih jauh disebut stabil. Usaha pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokok pun seringkali mengalami kendala. Alhasil, kita harus berulang-ulang mengimpor beras atau gandum dari negara lain. Output pertanian kita sampai sekarang masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri.
Kita pernah punya cerita manis dan membanggakan soal ketahananpangan Indonesia. Ketika Sutan Sjahrir menjadi perdana menteri, Indonesia pernah memberikan bantuan beras kepada India sebanyak 2.000 ton. Prestasi yang sangat luar biasa di saat republik baru seumur jagung. Namun, bagaimana dengan sekarang? India kini telah menjadi bagian dari kekuatan ekonomi Asia yang sangat diperhitungkan, di samping Cina dan Jepang.
Usaha Mikro
Memang, pemerintah sudah berusaha sebisanya untuk meningkatkan usaha mikro atau usaha kecil. Bantuan-bantuan berupa dana, penyuluhan, serta kerja sama, pun tidak jarang dilakukan pemerintah dengan pengusaha kecil. Kendala bisanya datang dari persoalan klasik yang hingga kini masih terus berlangsung, yakni birokrasi.
Panjangnya jalur birokrasi di negara kita dalam rangka penyaluran bantuan seringkali menimbulkan keengganan para pengusaha kecil untuk mengambil kesempatan tersebut. Mereka mengajukan permohonan dana bantuan dengan membawa proposal dari satu meja birokrasi ke meja yang lain. Tidak jarang pula, di antara mereka menjadi putus asa karena lamanya proses permohonan dan malasnya menghadapi permainan birokrasi.
Usaha rumah tangga, kerajinan tangan, makanan, dan industri mode, terkadang dihadapkan pula pada persaingan yang tidak setara dengan produk-produk luar negeri. Kampanye pemerintah dalam rangka mendorong kecintaan masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri menjadi tidak berarti ketika impor komoditi terus bertambah. Iklim persaingan yang tidak setara ini muncul karena jumlah kekayaan modalyang dimiliki pengusaha kecil jauh berbeda dengan yang dimiliki para taipan.
Tidak jarang, pengusaha kita seringkali banting setir, berpindah dari satu jenis usaha ke jenis usaha lain. Itu masih dalam kondisi survive, namun beberapa di antara mereka harus rela untuk gulung tikar. Satu hal kecil bagi peningkatan sektor ekonomi mikro yang belum tersentuh pemerintah adalah pendayagunaan pariwisata. Di Jawa Barat saja, masih banyak alam yang menarik untuk dijadikan pariwisata tetapi belum tersentuh oleh pemerintah. Apa hubungan antara pariwisata dengan ekonomi rakyat?
Biasanya, ketika di suatu daerah terdapat tempat pariwisata, geliat usaha rakyat akan ikut terdorong. Tengok saja di pantai-pantai yang sudah dikelola dengan baik. Banyak penduduk setempat yang dapat membuka usaha warung makan, bengkel kendaraan, hingga tempat penginapan sederhana. Begitupun, usaha mikro yang dikelola dengan modal rendah tanpa dilengkapi pengetahuan manajemen yang memadai.
Alhasil, usaha hanya dilakukan untuk menyambung hidup dan mempertahankan agar tetap ada. Mereka kesulitan untuk melakukan ekspansi usaha maupun akumulasi modal. Di sinilah, peran pemerintah sangat dibutuhkan.


Rabu, 15 Desember 2010

bab 14 bisnis internasional

1. Hakikat Bisnis Internasional

Bisnis Internasional merupakan kinerja aktivitas bisnis yang melintasi
batas nasional. Lebih khusus lagi perusahaan multinasional dapat berproduksi baik di dalam maupun di luar negeri. Setiap bangsa di dunia ini berkepentingan untuk berperan serta dalam peraturan bisnis Internasional. Bisnis Internasional menunjukan perkembangan yang pesat semenjak perang dunia II sampai saat menjelang abad 21 ini dan diharapkan akan terus meningkat, sejalan dengan tersedianya komunikasi secara global dan hal itu akan menciptakan hubungan baik untuk mempermudah akses bisnis ke dunia Inernasional.
Dengan demikian dapat dipahami bahawa, perdagangan Internasional adalah komponen vital bagi perkonomian suatu Negara. Perdagangan itu akan membawa pergeseran struktur dalam organisasi perekonomian Negara dan hal ini member peluang baru bagi bisnis, tenaga kerja serta consumen. Jadi, kemampuan suatu bangsa untuk menangkap peluang ekspor dan bereaksi terhadap impor adalah determinan utama dari kinerja perekonomian nasionalnya.

2. Alasan Melaksanakan Bisnis Internasional

• Konsep Keunggulan Absolut
Konsep ini menyatakan bahwa, denan spesialisasi dalam produksi yang paling efisien bagi suatu negar, maka Negara itu akan dapat meningkatkan kemakmurannya melalui perdagangan Internasionalnya.

• Konsep Keunggulan Komparatif
Suatu Negara memiliki keunggulan Absolut dalam memproduksi suatu barang yang akan diperdagangkan, sehingga konsep ini sepitas Nampak bahwa perdagangan Internasional kurang menguntungkan. Tetapi sebenarnya pertukaran antar Negara yang berhubungan masih menguntungkan dengan syarat biaya relative berbeda di kedua Negara.

• Konsep Merkantilisme
Teori ini menganggap bahwa, kekayaan suatu bangsa akan meningkat bersamaan dengan meningkatnya jumlah jual emas yang dimilikinya. Ekspor meningakatkan sediaan emas karena menciptakan arus masuk emas, sedangkan impor mengurangi sediaan emas sebab emas dikeluarkan oleh Negara tersebut.

3. Tahap-tahap dalam Memasuki Bisnis Internasional

Suatu Negara yang memiliki kelebihan produksi sesuatu atau beberapa
produk tentu akan memutuskan mengekspor ke Negara lain yang memerlukan produk tersebut.
4. Hambatan dalam Memasuki Bisnis Internasional

• Perbedaan bahasa
Pada era globalisasi seharusnya penguasaan terhadap bahasa asing sudah dipesiapkan sehingga hambatan bahasa dalam melakukan bisnis Internasional dapat teratasi.
• Perbedaan dalam kebiasaan social
Negara pengekspor barang atau jasa harus mempelajari terlebih dahulu kebiasaan dari Negara pengimpor yang akan menjadi mitra dagangnya.
• Perbedaan dalam hukum peraturan
Sebagai contoh, perbedaan undang-undang hak cipta, undang-undang tentanag monopoli atau kartel di beberapa Negara masih Nampak besar.
• Perbedaan dalam valuta asing
Adanya perbedaan dalam mata uang dari masing-masing Negara, maka seringkali dalam perdagangan internasioanal ini digunakan pembayaran dlam standart dollar US.

5. Perusahaan Multinasional

Perusahaan Multinasional atau PMN adalah perusahaan yang berusaha di banyak negara perusahaan ini biasanya sangat besar. Perusahaan seperti ini memiliki kantor-kantor, pabrik atau kantor cabang di banyak negara. Mereka biasanya memiliki sebuah kantor pusat di mana mereka mengkoordinasi manajemen global.
Perusahaan multinasional yang sangat besar memiliki dana yang melewati dana banyak negara. Mereka dapat memiliki pengaruh kuat dalam politik global, karena pengaruh ekonomi mereka yang sangat besar bagai para politisi, dan juga sumber finansial yang sangat berkecukupan untuk relasi masyarakat dan melobi politik. Karena jangkauan internasional dan mobilitas PMN, wilayah dalam negara, dan negara sendiri, harus berkompetisi agar perusahaan ini dapat menempatkan fasilitas mereka (dengan begitu juga pajak pendapatan, lapangan kerja, dan aktivitas eknomi lainnya) di wilayah tersebut. Untuk dapat berkompetisi, negara-negara dan distrik politik regional seringkali menawarkan insentif kepada PMN, seperti potongan pajak, bantuan pemerintah atau infrastruktur yang lebih baik atau standar pekerja dan lingkungan yang memadai. PMN seringkali memanfaatkan subkontraktor untuk memproduksi barang tertentu yang mereka butuhkan.


Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan_multinasional
Sumarni Murti, Jhon Soeprihanto. 2003. PENGANTAR BISNIS, edisi kelima. Liberty:Yogyakarta

bab 13 Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis

1. Benturan dengan kepentingan masyarakat

Proses produksi seringkali menyebabkan benturan kepentingan ( masyarakat dengan perusahaan ) . Terjadi pada berbagai tingkat perusahaan ( besar , menengah , maupun kecil ) . Benturan ini kerap kali terjadi karena perusahaan menimbulkan polusi ( udara , air , limbah , suara bahkan mental kejiwaan ) .

Klasifikasi aspek pendorong tanggung jawab sosial

Faktor pendorong dilaksanakannya etika bisnis :
Dorongan dari pihak luar, dari lingkungan masyarakat seringkali menghadapi kendala berupa adanya biaya tambahan yang kadang cukup besar bagi perusahaan dan diperhitungkan biaya tambahan untung rugi usaha.
Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri, sisi humanisme pebisnis yang melibatkan rasa , karsa , dan karya yang ikut mendorong diciptakannya etika bisnis yang baik dan jujur.
Dorongan tanggung jawab social


Manfaat penerapan manajemen orientasi kemanusiaan

Penerapan manajemen orietasi kemanusiaan alkan menimbulkan hubungan yang serasi , selaras dan seimbang diantara para petugas atau karyawan dalam perusahaan tersebut maupun antara perusahaan dengan pihak lain diluar perusahaan.

Adapun secara rinci manfaat tersebut berupa sebagai berikut :
Moral kerja karyawan akan meningkat dan kemudian akan mendorong semangat kerja sehingga produktivitas kerjapun akan meningkat pula.
Partisipasi bawahan akan muncul dan menimbulkan rasa memiliki dari para bawahan sehingga akan tercipta manajemen partisipatif.
Hubungan kerja yang baik dan menyenangkan akan membawa kenyamanan kerja sehingga absensi karyawan akan berkurang.
Rasa percaya diri dari para karyawan juga akan terbentuk dan hal ini akan mempertinggi mutu / kwalitas produksi.
Kepercayaan masyarakat dan konsumen akan meningkat dan hal ini merupakan modal dasar bagi perkembangan selanjutnya dari perusahaan yang bersangkutan. Kepercayaan konsumen dicerminkan dalam bentuk ” Brand loyalty” atau dengan istilah lain perusahaan tersebut memperoleh “ patronage motive ” dari para pembelinya , yaitu nama baik yang diberikan oleh konsumen kepada produsen.

2. Etika bisnis

Etika bisnis merupakan tanggung jawab social suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri. Bisnis selalu berhubungan dengan masalah - masalah etis dalam melakukan kegiatannya sehari - hari. Hal ini dapat dipandang sebagai etika pergaulan bisnis. Seperti halnya manusia yang memiliki etika pergaulan antar manusia , maka pergaulan bisnis dengan masyarakat umum juga memiliki etika pergaulan yaitu etika pergaulan bisnis. Kalau dalam pergaulan antar manusia akan terjadi pergaulan atau hubungan antara anak dengan orang tua , antara murid dengan gurunya , antara mahasiswa dengan dosennya , antara seseorang dengan tetangganya dan anatara pemakai jalan yang satu dengan yang lainnya dan masih banyak lagi yang lainnya. Etika pergaulan bisnis dapat meliputi beberapa hal antara lain :
Hubungan antara bisnis dengan konsumen
Hubungan antara bisnis dengan konsumen merupakan hubungan yang paling banyak dilakukaan , oleh karena itu bisnis haruslah menjaga etrika pergaulannya secara baik dalam hal ini.
Adapun pergaulan dengan konsumen misalnya :
Kemasan yang berbeda-beda membuat konsumen sulit untuk membandingkan harga terhadap produknya.
Kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya, sehingga produsen perlu menjelaskan isi dan kandungan yang terdapat di dalam produk itu
Promosi terutama iklan merupakan gangguan etis yang paling utama
Pemberian servis dan garansi adalah merupakan tindakan yang sangat etis bagi suatu bisnis
Hubungan dengan karyawan
Manajer yang pada umumnya selalu berpandangan memajukan bisnisnya sering kali berurusan denga etika pergaulan dengan karyawannya. Pergaulan bisnis dengan karyawan ini meliputi beberapa hal yaitu meliputi Penarikan ( recruitment ) , Latihan (training) , Promosi atau kenaikan pangkat , transfer, demosi (penurunan pangkat) ataupun lay-off atau pemecatan / PHK ( pemutusan Hubungan Kerja ) .
Hubungan antar bisnis
Hubungan ini merupakan hubungan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain. Hal ini bias terjadi hubungan antara perusahaan dengan pesaingnya, dengan penyaluranya , dengan grosirnya , dengan pengecernya , agen tunggalnya maupun distributornya.
Hubungan dengan investor
Perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas dan yang terutama yang akan dan telah “go public” harus menjaga pemberian informasi yang jujur, karena informasi yang tidak jujur akan menjerumuskan para infestor untuk mengambil keputusan investasi yang keliru. Oleh karena itu masyarakat yang calon pemodal yang ingin membeli saham haruslah diberi informasi secara lengkap dan benar. Jangan sampai terjadi adanya manipulasi terhadap informasi. Dalam hal ini peranan pemerintah serta perusahaan penjamin emisi ( pialang ) adalah sangat penting dalam hal memberikan informasi serta prospectus dari perusahaan yang menjual saham di pasar bursa saham.

Tangan pemerintah yang bergerak dalam bidang ini adalah BAPEPAM ( Badan Pelaksana Pasar Modal ) . BAPEPAM merupakan badan yang berada langsung di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan yang bertugas untuk :
Mengadakan penilaian terhadap perusahaan yang akan menjual sahamnya melalui pasar modal
Menyelenggarakan bursa pasar modal secara efektif dan efisien, serta menyusun dan mengumumkan perkembangan kurs efek-efek di pasar bursa
Membantu perkembangan perusahaan-perusahaan yang go public tersebut.

Hubungan dengan lembaga - lembaga keuangan
Hubungan dengan lembaga keuangan terutama Jawatan Pajak pada umumnya hubungan pergaulan yang bersifat finansial. Hubungan ini merupakan hubungan yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan yang berupa neraca dan laporan laba rugi. Laporan finansial tersebut haruslah disusun secara baik dan benar sehingga tidak terjadi kecenderungan kearah penggelapan pajak misalnya. Keadaan tersebut merupakan etika pergaulan yang tidak baik tentunya.

3. Bentuk-bentuk tanggung jawab social suatu bisnis

Pelaksanaan Hubungan Industri Pancasila ( HIP )
Banyak pengusaha yang telah menyusun dan melaksanakan hubungan industri Pancasila ini dalam bentuk yang sering dikenal sebagai Kesempatan Kerja Bersama (KKB). KKB merupakan sebuah pedoman tentang hubungan antara pengusaha dengan para pekerja atau karyawan perusahaan yang biasanya dituangkan dalam sebuah buku.
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ( AMDAL )
Banyak pengusaha yang pada saat ini telah melaksanakan AMDAL dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya. Wujud nyata dalam AMDAL ini tercermin dalam pelaksanaannya mengolah limbah industri sehingga limbah tersebut tidak menggangu lingkungan.
Penerapan Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3 )
Penerapan prinsip K3 telah banyak dilaksanakan pula oleh para pengusaha kita. Seperti kita ketahui bahwa beberapa perusahaan telah memperoleh penghargaan yang berupa “ ZERO ACCIDENT ”. Perusahaan yang memperoleh penghargaan ini berarti telah menjalankan proses produksinya sedemikian lama tanpa mengalami kecelakaan kerja bagi karyawannya. Guna melaksanakan praktik K3 memerlukan banyak peralatan pelindung bagi para pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya baik berupa topi pengaman , masker , maupun berupa pakaian kerja khusus dan sebagainya.
Perkebunan Inti Rakyat ( PIR )
Pelaksanaan program pemerintah yang berupa PIR dimana dalam hal ini Perusahaan Besar yang biasanya adalah milik Negara akan menjadi motor penggerak pembangunan perusahaan masyarakat disekitarnya yang merupakan plasma. Perusahaan masyarakat yang merupakan plasmanya akan mendukung kelancaran pemasokan bahan baku bagi perusahaan besar milik Negara sehingga dengan system ini akan saling membantu antara perusahaan besar dengan perusahaan masyarakat yang umumnya kecil. Dengan demikian maka pembangunan bangsa akan berjalan secara seimbang dan saling menopang.
Sistem Bapak Angkat dan Anak Angkat
Pelaksanaan system ini juga banyak membantu kelancaran proses pembangunan bangsa serta keterkaitan industri maupun keterkaitan kepentingan masyarakat banyak. Praktik tersebut sangat mudah dilaksanakan karena diperlukan kesadaran yang tinggi dari pengusaha besar yang harus bersedia membantu perkembangan pengusaha kecil yang sering banyak menimbulkan persoalan bagi pegusaha besar yang menjadi bapak angkat.

Sumber :
http://qeyty.blogspot.com/
http://my154n.wordpress.com/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/

http://imadeadyanta.blogspot.com/search/label/Tanggung%20Jawab%20Sosial%20Suatu%20Bisnis

Jumat, 03 Desember 2010

bab11 akutansi dan laporan akutansi

Definisi tersebut mengandung arti bahwa akuntansi adalah keterampilan (seni) mencatat, mengklasifikasikan dan meringkas dengan cara yang tepat(signifikan) dan dinyatakan setidak-tidaknya dengan uang terhadap transaksi dan kejadian – kejadian yang setidak-tidaknya apat diukur dengan uang serta menafsirkan segalah hasilnya.

Fungsi dan Kegunaan

Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.

Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi adalah :

1. Pimpinan perusahaan
Untuk mengetahui perkembangan dan kondisi perusahaan.

2. Pemilik Perusahaan
Untuk mengetahui perbandingan antara modal yang ditanam dengan laba yang dicapai.

3. Kreditor
Untuk menilai sehat atau tidaknya kondisi keuangan.

4. Pemerintah
Untuk tujuan penetapan pajak perusahaan

5. Karyawan
Mengetahui perkembangan atau kemajuan perusahaan yang berhubungan dengan kelangsungan dan kenaikan gajinya.

PRINSIP AKUTANSI

Selain penerapan asumsi-asumsi dasar dalam praktek akuntansi, terdapat juga beberapa prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan diterapkan. Seperti orang hidup yang harus memiliki prinsip, demikian juga dengan akuntansi.
Adapun prinsip-prinsip akuntansi tersebut adalah:
1. Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle)
Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya. Misalkan, pada saat kita hendak membeli sebuah laptop, kita ditawari harga Rp 9.000.000,00, setelah proses tawar menawar berjalan kita membeli laptop tersebut dengan harga Rp 8.950.000,00. Dari kondisi di atas yang menjadi harga perolehan laptop kita adalah Rp 8.950.000,00, sehingga pada pencatatan kita yang muncul adalah angka Rp 8.950.000,00.
2. Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)
Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu.
Dasar yang digunakan untuk mengukur besarnya pendapatan adalah jumlah kas atau ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas.
3. Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)
Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini berguna untuk menentukan besarnya penghasilan bersih setiap periode. Prinsip ini biasanya diterapkan saat kita membuat jurnal penyesuaian. Dengan adanya prinsip ini kita harus menghitung berapa besarnya biaya yang sudah benar-benar menjadi beban kita meskipun belum dikeluarkan, dan berapa besarnya pendapatan yang sudah benar-benar menjadi hak kita meskipun belum kita terima selama periode berjalan.
4. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)
Metode dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Konsistensi tidak dimaksudkan sebagai larangan penggantian metode, jadi masih dimungkinkan untuk mengadakan perubahan metode yang dipakai. Jika ada penggantian metode, maka selisih yang cukup berarti (material) terhadap laba perusahaan harus dijelaskan dalam laporan keuangan, tergantung dari sifat dan perlakukan terhadap perubahan metode atau prinsip tersebut.
5. Prinsip Pengungkapan Lengkap (Full Disclosure Principle)
Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan. Hal ini diperlukan karena melalui laporan keuanganlah kita dapat mengetahui kondisi suatu perusahaan dan mengambil keputusan atas perusahaan tersebut. Apabila informasi yang disajikan tidak lengkap, maka laporan keuangan tersebut bisa menyesatkan para pemakainya


LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan ialah laporan yang digunakan untuk mengetahiu keadaan perusahaan dalam kurun waktu tertentu, laporan keuangan perusahaan jasa biasanya hanya menggunakan 3 jenis laporan yaitu : laporan laba / rugi , laporan perubahan ekuitas / modal dan neraca. Hampir sama dengan perusahaan jasa, perusahaan dagang juga membutuhkan laporan keuangan untuk mengetahui keadaan perusahaannya, jenis laporan sebetulnya sama hanya berbeda pada unsur – unsur yang masuk dalam laporan keuangan perusahaan dagang. Perbedaan yang terjadi adalah pada perusahaan perseorangan dan perseroan, untuk perusahaan perseorangan, kita memakai laporan perubahan ekuitas, sedangkan untuk perusahaan kita menggunakan laporan laba ditahan.
buku akutansi pengantarnya Pak Dhaniel Syam))

Neraca adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan posisi keuangan berupa harta, utang, dan modal pada suatu perusahaan untuk satu periode akuntansi tertentu.

Unsur-unsur neraca:
1. Harta (aktiva)
2. Utang (kewajiban)
3. Modal (ekuitas)

B. Bentuk Neraca

Neraca dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:

1.Bentuk skontro

Neraca disusun menjadi dua sisi sebelah-menyebelah, sisi kiri (debit) untuk mencatat harta perusahaan dan sisi kanan (kredit) untuk mencatat utang dan modal perusahaan.

2.Bentuk staffel
Neraca disusun dari atas ke bawah secara berurutan mulai dari harta kemudian diikuti utang dan modal.

Bentuk Laporan Laba-Rugi

Laporan Laba-Rugi dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:
1. Bentuk Single Step atau Langsung

Semua pendapatan dikelompokkan tersendiri di bagian atas dan dijumlahkan, kemudian semua beban dikelompokkan tersendiri di bagian bawah dan dijumlahkan. Jumlah pendapatan dikurangi jumlah beban, selisihnya merupakan laba bersih atau rugi bersih.

2. Bentuk Multiple Step atau Tidak Langsung

Pendapatan dibedakan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, demikian juga beban dibedakan menjadi beban usaha usaha dan beban di luar usaha. Pendapatan dan beban usaha disajikan pertama, pendapatan dan beban di luar usaha disajikan


TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
tujuan laporan keuangan utk tujuan umum adl menyediakan informasi yg menyangkut posisi keuangan suatu perusahaan yg bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi serta menunjukkan kinerja yg telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yg dipercayakan kepadanya.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan meliputi:

1. Aktiva
2. Kewajiban
3. Ekuitas
4. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan
5. Arus kas

Informasi tersebut di atas beserta informasi lain yg terdapat dalam catatan laporan keuangan membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan khusus dalam hal waktu dan kepastian diperoleh kas dan setara kas.


Sumber refrensi :
http://blog.re.or.id/tujuan-laporan-keuangan.htm
http://paksiman.blogspot.com/2009_05_01_archive.html
http://www.blogtopsites.com/outpost/7e33044834fd6abeee1a629945cf7f9b
http://agushusainblog.wordpress.com/2010/02/04/pihak-pihak-yang-berkepentingan-terhadap-informasi-akuntansi/