Selasa, 02 November 2010

manajemen produksi

# perkembangan manajemen produksi: perkembangan manajemen produksi terjadi berkat dorongan beberapa factor yang menunjang yaitu:
1.       Adanya pembagian kerja dan specialisasi
2.       Revolusi industry
3.       Perkembangan alat dan teknologi(termasuk computer)
4.       Perkembangan ilmu danmetode kerja.

# manajemen produksi: salah satu cabang manajemen yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang dan jasa. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungna dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.

# produksi : suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.

# proses produksi : proses dalam suatu barang guna memenuhi kebutuhan konsumen.

# pengambilan keputusan dalam manajemen produksi: Keputusan Dalam Manajemen Sistem Produksi
Ü Keputusan perencaan strategik jangka panjang dalam sumber daya
Ü Disain sistem produktif : pekerjaan, jalur proses, tata arus, dan susunan saran fisik
Ü Keputusan implementasi operasi : harian, mingguan dan bulanan.

# ruang lingkup manajemen produksi :
1.       Perencanaan system produksi
2.       Perencanaan operasi dan system pengendalian produksi
# fungsi dan sistem produksi dan operasi : anajemen operasi dan strategi
pada dasarnya empat fungsi dalam perusahaan: keuangan, pemasaran, operasi dan personalia. Masing-masing fungsi mempunyai implikasi strategis dalam kehidupan perusahaan. Kesehatan keuangan jangka panjang dapat dipengaruhi mekanisme penggunaan dana yang dipilih. kebijakan-kebijakan tenaga kerja dan personalia pun memepunyai pengaruh terhadap kondisi perusahaan jangka panjang. kebijakan yang buruk dapat merusak usaha yang sebenarnya berhasil, dan kebijakan yang tepat dapat membangun aspek-aspek yang penting yang berupa asset sumber daya manusia. fungsi pemasaran dapat membangun nilai-nilai fundamental yang ada dan mencari arah yang berguna, menjadi penunjuk jalan menuju masa depan.
sistem produksi sebagai senjata bersaing
persaingan sebagian dilangsungkan melalui sistem produksi. Profitabilitas berhubungan dengan gap antara harga dengan biaya, dan fungsi operasi bertanggung jawab dengan fungsi biaya. semua biaya produksi dan distribusi dipengaruhi oleh keputusan manajer operasi. Kualitas merupakan senjata bersaing, apapun tingkat sasarannya. Reputasi keandalan sebagai upaya senjata utama dalam meraih keberhasilan perusahaan. Sejauh mana tentang kebutuhan konsumen akan dilayani dalam bentuk variasi produk dan jasa, merupakan dasar mendefinisikan usaha tersebut.
strategi dan teknologi
suatu strategi harus dipilih sedemikian rupa sehingga menjembatani antara teknologi produksi yang tersedia dengan sifat pasarnya. pilihan harus dijatuhkan pada penekanan untuk mendapatkan biaya rendah dan ketersediaan produk, kualitas dan fleksibilitas. citra tradisional tentang suatu industri dengan biaya yang murah dan volume produksi yang besar dapat menjadi strategi salah pada suatu startegi tertentu. dalam memilih strategi rangkaian-produk proses, pemikiran-pemikiran sempit yang menuju pada posisi ekstrim harus dipertimbangkan secara cermat.
Manajer-manajer operasi yang berhasil dapat bersifat kontemplatif, bahkan teoritis dalam melakukan pendekatan pada hal-hal strategis. teknologi tinggi, sistem lini produksi perakitan, memang sesuatu yang gambaran yang indah. Tetapi tugas manajer yaitu menilai situasi hubungan dengan pasarnya dan mempertahankan fleksibilitas pada tingkat yang tepat.
kapasitas dan lokasi
implikasi strategi perencanaan dan lokasi sangatlah luas. bila kita membangun kapasitas yang berlebihan, produksi dan jasa yang ditawarkan akan memikul beban biaya terlalu berat karena biaya overhead yang tidak perlu. sebaliknya bila kita membangunnya terlalu kecil dapat menyebabkan kehilangan pasar. bila kapasitas dibangun pada tempat yang salah, biaya distribusi meningkat atau kehilangan peluang pasar.inovasi-inovasi teknologi, baik dalam produk maupun dalam proses, dapat mengakibatkan sarana fisik ketinggalan jaman. strategi untuk penambahan kapasitas dapat mempunyai pengaruh yang berat terhadap fleksibilitas dan biaya operasi. waktu perencanaan dan pelaksanaan yang panjang menambah rumitnya kesimpulan tentang alternatif strategi yang terbaik. namun demikian, hal-hal strategis ini merupakan bagian yang menarik dari posisi manajer operasi.
pemilihan posisi (positioning)
salah satu dari keputusan penting dari manajer operasi manufaktur adalah pengambilan kebijakan pemilihan (positioning) untuk memproduksi berdasarkan persediaan atau berdasarkan pesanan. umumnya kita menganggap bahwa sistem dengan produk standar dan bervolume besar akan cenderung memproduksi untuk persediaan dan sistem dengan produk bervolume kecil dengan corak beragam akan lebih sesuai memproduksi berdasarkan pesanan, tetapi ada banyak perkecualian pada kedua situasi ini.
mengelola persediaan
para manajer perlu menyadari sifat sistem produksi-distribusi dalam industri mereka, serta berbagai fungsi yang diemban oleh persediaan dalam sistem tersebut. pertama, persediaan memberikan fleksibilitas. bila ada persediaan barang jadi, misalnya manajer dapat melepaskan persediaannya bilamana permintaannya tampak menguat. manajer dapat memanfaatkan persediaan untuk  strategi yang selektif perusahaan. misalnya dalam menimbun persediaan untuk menghadapi promosi tertentu, sebagian besar persediaan harus berada pada distribusi tertentu. penggunaan persediaan penyangga dapat membantu strategi dari perusahaan. persediaan musiman juga bisa dipakai untuk menstabilkan pemakaian tenaga kerja dan ketersediaan produk yang longgar pada saat terjadinya peningkatan penjualan musiman.
#  lokasi dan lay out pabrik: Lokasi merupakan salah satu kegiatan awal yang harus dilakukan sebelum perusahaan mulai beroperasi. Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam; melayani konsumen, mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup, mendapatkan tenaga kerja dengan mudah. dan memungkinkan diadakannya perluasan usaha.
Kesalahan dalam pemilihan lokasi akan mengakibatkan biaya transportasi yang tinggi, kekurangan tenaga kerja, kehilangan kesempatan dalam bersaing, tidak tersedianya bahan baku yang cukup dan sebagainya.
Perencanaan layout merupakan salah satu tahap dalam perencanaan suatu fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efektif dan efisien. Tujuan penyusunan layout pada dasarnya untuk mencapai pemanfaatan peralatan pabrik yang optimal, penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum, kebutuhan persediaan yang rendah dan biaya produksi dan investasi modal yang rendah, sedangkan jenis layout terdiri dari process layout, product layout, dan fixed position layout, atau kombinasi dari ketiga jenis layout tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar